All About Insanity, Stupidity and Tequilla

Mittwoch, Mai 12, 2004

My Article Published in Sinar Harapan :)

Kua Etnika Tampilkan Bali Harmonis di Eropa


Jakarta, Sinar Harapan

Kelompok Musik Kontemporer Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto dalam lawatannya ke Eropa telah membantu perwakilan RI di luar negeri untuk menampilkan wajah harmonis dan humoris Indonesia di depan publik Eropa. Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar RI Wina, Samodra Sriwidjaja, seusai pagelaran Indonesian Day di Graz, Austria, Jumat 23 April 2004. Dalam acara Indonesian Day tersebut, Tim Kua Etnika tampil memukau dengan gaya dan aliran musik kontemporer yang menggabungkan alat-alat musik dari seluruh Indonesia.
”Kolaborasi instrumen musik tradisional dari berbagai daerah Indonesia dapat menghasilkan orkestra yang mengagumkan dan ini mencerminkan wajah Indonesia yang sebenarnya, yang dapat hidup dengan harmonis,” demikian celoteh Djaduk dalam mengawali perkenalannya di depan publik Graz.

Emosi penonton Austria yang sangat mengenal Bali ini tergugah saat Djaduk mengantarkan satu nomor alunan musik yang menggambarkan Bali sedang bersedih karena bayangan kabut terorisme. Namun, kemudian Dajduk meyakinkan penonton bahwa Bali saat ini sangat aman dan masih tetap harmonis seperti yang digambarkan alat-alat instrumen yang dimainkan.
”Penampilan mereka tidak hanya sekadar entertainment kelas tinggi yang memukau tetapi juga menyuarakan pesan-pesan yang menggambarkan citra dan wajah Indonesia asli kepada publik di luar negeri. Ini merupakan bagian dari diplomasi publik atau second track diplomacy yang selama ini digiatkan perwakilan RI di luar negeri termasuk KBRI Wina. Itulah sebab kami mendukung sepenuhnya debut mereka di Austria,” kata Dubers Samodra menanggapi celotehan Djaduk.

Pertunjukan Kua Etnika di Graz, kota yang akan menjadi jantung Eropa setelah perluasan Uni Eropa, merupakan acara puncak Indonesia Day yang digelar oleh KBRI Wina bekerja sama dengan Kamar Dagang Austria di ibu kota Styria, provinsi kelahiran Gubernur California Arnold Schwarzenegger itu.

Selain pameran produk, acara ini juga diisi dengan diskusi tentang peluang bisnis di Indonesia yang dihadiri oleh pengusaha Austria dengan mendatangkan pembicara Agus Tjahajana Wirakusuma, Kabalitbang Indag, Deperindag.

Tim Kua Etnika memulai tur Eropanya sejak 15 April dan melakukan pertunjukan di berbagai di Eropa yaitu Budapest (Hongaria), Krakaow (Polandia), Graz dan Wina (Austria), Amsterdam (Belanda) dan Praha (Ceko) yang dalam pergelaran didukung oleh Sanggar Tari KBRI Wina, Gema Puspa Nusantara, pimpinan Mira Soerjanatamihardja.
Selain pertunjukan musik kontemporer, seniman Butet Kertaradjasa yang menjadi ketua rombongan para musisi Yogyakarta ini juga menggelar acara ”monolog politik yang memukau ratusan masyarakat Indonesia di Aula KBRI Wina. Seniman monolog yang dapat menirukan suara para pejabat ini mengulas dan sekaligus mengkritik pejabat yang haus akan pengakuan untuk dihargai sebagai pahlawan. Dalam awal monolognya Butet berceloteh bahwa ke-14 musisi Yogya yang diboyongnya ini merasa seperti di Yogya karena dapat selalu bersentuhan dengan hidangan ala Yogya selama di Wina.

”Kami punya konco Dubes asli dari Yogya,” ujarnya menunjukkan Duber Samodra yang menampung seluruh rombongan di Wisma Duta Besar yang sering dijuluki sebagai Ambassador Hotel. (pr)


Copyright © Sinar Harapan 2003

posted by Apink a.k.a. Bubbzy at 10:33:07 AM |


Profile

Recent Posts

The Girl lives in Vienna and misses Indonesia terribly

Archives

Friends

Credits

I Power Blogger

Weblog Commenting by HaloScan.com

acidblog